Pengertian Kartu Kredit
Dalam
Expert Dictionary didefinisikan: ”kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank
dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang
dibutuhkannya secara hutang.
Sistem kartu kredit adalah
suatu jenis penyelesaian transaksi ritel (retail) dan sistem kredit,
yang namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna
sistem tersebut. Sebuah kartu kredit berbeda dengan kartu debit di mana
penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan bukan mengambil
uang dari rekening. Kebanyakan kartu kredit memiliki bentuk dan ukuran
yang sama, seperti yang dispesifikasikan oleh standar ISO 7810 ( Sumber :
id.wikipedia.org).
Konsep penggunaan kartu dalam transaksi
perbankan ternyata telah dikenal lebih dari 67 tahun yang lalu. Meski
demikian, muatan teknologi tinggi baru dapat muncul sekitar dekade
1970-an.
Pada tahun - tahun ini muncul pertama kali mesin ATM
yang menandai transaksi perbankan yang ditunjang oleh teknologi
telekomunikasi secara on line untuk semua nasabah selama 24 jam, penuh
tidak terputus. Tiga puluh tahun kemudian, gaya transaksi elektronik ini
menjadi gaya hidup lebih dari 90 persen transaksi perbankan di negara -
negara maju.
Berikut ini sejarah perkembangan layanan kartu kredit yang ada di dunia :
- Tahun
1924, Konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankan telah mulai
diperkenalkan. Beberapa tahun kemudian metode pemakaian kartu ini
diikuti oleh 100 buah bank di seluruh dunia.
- Tahun 1950, Dinners Club dan American Express menjadi kartu yang menggunakan plastik pertama.
- Tahun 1958, American Express menawarkan kartu untuk pasar travel dan entertainment.
- Tahun 1966, Bank of Amerika menawarkan lisensi Kartu Amerika Bank ke bank - bank lain untuk membuat kartu pembayaran.
- Tahun 1969, ATM (Automatic Teller Machine) pertama muncul di Inggris.
- Tahun 1970, Ide pembuatan kartu kredit diterima secara luas.
- Tahun 1977, Bank Americard memberi lisensi kartu kredit yang dipusatkan bersama secara resmi dibawah nama Visa.
- Tahun 1995, Lebih dari 90 persen transaksi perbankan di Amerika dilakukan secara elektronik.
Saat
ini di dunia kartu kredit diterbitkan oleh beberapa jaringan
internasional yaitu VISA, MASTERCARD, DINNERS CLUB INTERNATIONAL, dan
AMERICAN EXPRESS.
Untuk jaringannya sendiri saat ini yang paling
luas adalah VISA, terbukti dengan dipercaya menjadi sponsor Olimpiade
Beijing 2008.
Saat ini yang berhak menerbitkan kartu kredit di
Indonesia adalah lembaga keuangan resmi seperti Bank. Masing-masing
penerbit memiliki kelebihan dan kekuarangannya masing-masing. Untuk
jenisnya sendiri adalah :
1. PLATINUM (Limit Paling Tinggi s.d. tidak terbatas)
2. GOLD (Limit Menengah s.d tinggi)
3. SILVER (Limit Rendah s.d. Menengah)
4. KHUSUS seperti Golf Card, Manchester United Card, dll.
Istilah Pada Kartu Kredit
Annual fee
Annual fee adalah
iuran tahunan, yaitu biaya yang diwajibkan oleh bank penerbit kartu
kredit atas kartu kredit kita setiap Tahun. Namun Jika dikenakan
bulanan, disebut iuran bulanan atau Monthly fee. Biasanya Annual fee itu bervariasi dari 150 ribu (Rupiah) hingga ada yang sejutaan lebih bagi premium card
Credit Shield
Program Tambahan yang dimaksudkan
Sebagai perlindungan tagihan. Dimana akan dikenakan biaya tertentu
terhadap tagihan kartu kredit pemilik. Manfaat dari program ini adalah
apabila anda tidak mampu sementara, akan dibayarkan pembayaran minimum
dan pembayaran Full apabila terjadi cacat tetap atau kematian.
Gesek Tunai aka GESTUN
Gestun adalah transaksi belanja dimana
merchant tidak memberikan barang namun uang tunai.
Cash Advance
Fasilitas penarikan tunai dengan
memotong limit dari kartu kredit kita. Cash Advance dapat dilakukan
melalui ATM atau di counter bank penerbit KK. Cash advance biasanya
dikenakan bunga lebih besar dari pembelanjaan.
Kartu Tambahan
Fasilitas yang diberikan oleh penerbit
kartu kredit apabila pemegang kartu ingin memberikan fasilitas KK kepada
anggota keluarga nya yang lain. Pemegang kartu utama bertanggung jawab
penuh atas kartu tambahan ini.
Limit credit card
Merupakan batas
maksimum yang dapat di gunakan untuk berbelanja dan cash advance.
Apabila kita belanja melebihi angka ini, transaksi anda bisa
ditolak(decline) atau kadang disetujui namun akan dikenakan biaya
over-limit.
Suku Bunga Tahunan
Tingkat suku bunga yang dikenakan oleh
Bank penerbit kartu kredit apabila anda tidak membayar lunas tagihan
pembelanjaan atau cash advvance anda pada saat jatuh tempo.
Tanggal Jatuh Tempo(Dead line)
Batas waktu/tanggal terakhir bagi anda untuk melakukan pembayaran kartu kredit.
Sebagai tambahan, Proses pembayaran
dapat memakan waktu hingga 3 hari kerja. Bank tidak akan perduli tanggal
berapa anda melakukan pelunasan/pembayaran. yang digunakan adalah
tanggal dimana pembayaran tersebut sukses masuk pembukuan bank. Oleh
karena itu, sangat disarankan untuk membayar 3-4 hari sebelum tanggal
jatuh tempo. Kelalaian membayar melewati tanggal jatuh tempo akan
dikenakan biaya keterlambatan pembayaran dan juga akan tercatat di SID
sehingga akan merugikan reputasi anda (Bad reputation).
Transfer Balance
Program memindahkan tagihan Kartu Kredit anda ke rekening Kartu Kredit lainnya. (Bank A to Bank B)
Limit Cash Advance
Batas maksimum yang dapat anda gunakan
untuk tarik tunai dari ATM maupun counter bank. Biasanya jumlahnya lebih
kecil dari Limit Kartu.
Pembayaran Minimum (minimum payment)
Nilai angka minimum pembayaran tagihan
kartu kredit anda. Biasanya min Rp 50,000 atau 10% dari total tagihan
yang ada. Tidak membayar dari jumlah yang ditentukan = Tunggakan = Bunga
Besar.
Tingkatan Kartu Kredit
Di seluruh dunia, termasuk Indonesia ada berbagai macam perusahaan
jasa keuangan penerbit kartu kredit, meskipun sebenarnya penyelenggara
kegiatan kartu kredit di dunia ini hanya ada dua (dahulu tiga), yakni
VISA dan Mastercard, serta sebelumnya American Express (hanya edisi Amex
Gold Credit Card sedangkan varian lainnya adalah Charge Card yang harus
dibayar penuh bukan Credit Card yang bersifat cicilan).
Untuk Visa, ada beberapa tingkatan kartu kredit dari mulai yang yang
kelas untuk semua golongan sampai kelas golongan yang super eksklusif
yang tidak ditawarkan ke semua orang.
- Visa Classic, ini adalah jenis kartu kredit paling rendah pagu
batas (limit) belanja dan fitur yang menyertainya. Pagu batas kredit
jenis kartu kredit ini umumnya hanya sampai sekitar 5 juta rupiah tidak
berbeda jauh dengan batas transaksi kartu debit beberapa bank lokal.
Umumnya orang dengan gaji / penghasilan sedikit di atas UMR sampai kelas
penghasilan 50 juta setahun dapat memiliki kartu kredit ini, asalkan
tidak terdaftar di daftar hitam Bank Indonesia dan memiliki akun bank
yang lancar (ada saldo yang positif dan penghasilan / gaji di transfer
100% ke rekening, bukan yang tipe penghasilan cash on hand alias bayar
gaji harian pakai cash).
- Visa Gold, ini adalah jenis kartu kredit yang sedikit lebih
eksklusif, dengan beberapa fitur tambahan seperti diskon spesial untuk
beberapa merchant (produk/jasa), dan pagu batas kredit yang lebih
tinggi. Start awal untuk orang yang layak memiliki kartu kredit jenis
ini adalah dari mulai yang berpenghasilan sekitar 5 juta sebulan hingga
sekitar 20-25 juta sebulan. Pagu batas kreditnya pun bervariasi
tergantung dari jumlah penghasilan yang bersangkutan dan penilaian
kelayakan kredit dari bank. Beberapa ada yang menyediakan hingga 50-100
juta sebulan meskipun sebenarnya sudah terlalu besar, namun untuk kartu
kredit Gold khusus perusahaan (Corporate Client) memang ada yang
menyediakan hingga batas 100 juta rupiah.
- Visa Platinum, biasanya kartu kredit ini lebih banyak untuk
ajang gengsi-gengsian para pekerja atau salary man yang ogah statusnya
disamakan oleh para manajer di bawahnya yang rata-rata memiliki kartu
kredit jenis Gold. Atau dipakai oleh beberapa pengusaha untuk menjamu
relasi bisnis / klien di beberapa tempat mewah yang butuh “penghargaan”
tersendiri. Seingat saya start awal kelayakan untuk memiliki kartu
kredit jenis ini adalah mereka yang penghasilannya di atas 25 juta
sebulan, setidaknya sudah menyentuh angka 28 juta sebulan. Meskipun
tidak menutup kemungkinan penghasilan yang lebih rendah bisa memiliki
kartu ini, tergantung penilaian bank dan negosiasi sang calon pengaju
kartu ini (kalau perlu pacari saja orang dalam yang bagian sales atau
penentu kelayakan pengaju aplikasi hehehe). Pagu batas kartu kredit
jenis ini mulai dari 75 juta hingga nyaris unlimit tergantung kemampuan
dari sang pemegang kartu membayar tagihannya saja.
- Visa Signature, kartu kredit jenis ini tergolong sangat
eksklusif, tidak untuk orang kantoran atau buruh (pegawai). Umumnya
diterbitkan hanya untuk para pengusaha atau kalaupun profesional hanya
bagi para pengacara papan atas ataupun akuntan publik papan atas dan
beberapa dokter terkemuka saja. Itupun masih dinilai kelayakan
pundi-pundi keuangannya, entah deposito, rekening koran, rekening
tabungan, investasi dan lain sebagainya. Pagu batasnya sangat tinggi
start awal dari mulai 100 jutaan hingga unlimited. Fasilitas nya pun
beragam dari mulai airport lounge (rata-rata Gold Card juga sudah bisa)
hingga ke travel assist, Golf membership, special travel dan sebagainya.
- Visa Infinite, ini adalah kartu kredit yang tidak ditawarkan
kepada umum. Hanya dibuatkan khusus kepada beberapa orang yang dinilai
memiliki asset di atas 100 ribu USD dalam bentuk cash, dan biasanya
khusus hanya kepada nasabah premium pemilik rekening tabungan / deposito
/ investasi dari bank penerbit kartu itu. Pagu batasnya dari mulai 50
juta rupiah hingga unlimited, namun umumnya berkisar pada angka 250 juta
rupiah (jika hanya memiliki saldo deposito 100 ribu USD atau 1 milyar
rupiah). Makin banyak simpanan uang anda ya semakin tidak terbatas
limitnya. Fasilitasnya pun beragam dari mulai asuransi perjalanan,
travel assist, hingga special priority pass yang mempermudah urusan by
pass petugas imigrasi di airport di hampir seluruh dunia. Pemilik kartu
ini juga umumnya punya fasilitas akses untuk membooking jet pribadi
(lumayan untuk sewaktu-waktu kabur ke Singapore lewat jalur khusus kalau
dikejar KPK hahaha).
Untuk kartu kredit terbitan Mastercard, ada beberapa tingkatan
keanggotaan kartu kredit jenis ini, mencakup beberapa tingkatan yakni:
- Mastercard Classic, sama seperti saudara nya di Visa, pemilik
jenis kartu Mastercard Classic ini biasanya hanya mendapat pagu batas
kredit yang rendah sekitar 5 juta rupiah dan minimum penghasilan yang
diharapkan adalah sedikit di atas UMR hingga 50 juta rupiah per tahun.
Fasilitas diskon nya pun tidak banyak, kecuali jika sedang ada big sale.
- Mastercard Gold, sama juga dengan Visa Gold, memiliki pagu batas
kredit sedikit lebih tinggi dari Classic hingga batas sekitar 100 juta
rupiah. Fitur spesial diskon dan bonus rewards poin juga kurang lebih
sama dengan saudaranya di Visa Gold. Standar penghasilan minimumnya juga
tidak berbeda jauh.
- Mastercard Platinum, agak sedikit berbeda dengan Visa Platinum,
biasanya kartu kredit jenis Mastercard Platinum menawarkan fitur lebih
jor-joran sedikit dari mulai rewards poin hingga berbagai layanan lain
yang ada. Mungkin ini karena beberapa saat yang yang lalu Master Card
International sedang aktif untuk menggalakan program promosi, entah
kalau sekarang. Soal pagu batas kredit, mininum penghasilan tidak
berbeda jauh dengan Visa Platinum.
- Mastercard World, kartu jenis ini sebenarnya setingkat dengan
kartu Visa Infinite, namun tidak jelas seberapa luas fitur cakupan
layanannya. Yang jelas minimum penggunaannya adalah harus 75 juta
setahun, di bawah itu anda kemungkinan akan dikenai biaya / iuran
tahunan atau mungkin bulanan (tergantung bank penerbit) yang jumlahnya
cukup besar. Tentu saja kalau tidak perlu-perlu amat ya tidak usah
pegang. Cocoknya mungkin untuk para pengusaha dengan jenis NPWP usaha
perorangan mandiri, lumayan untuk pembayaran bahan baku / material, bisa
borongan partai besar.
Pengertian Kartu ATM
Pembahasan sebelumnya mengenai
jenis-jenis kartu plastik terbitan bank,
kita sudah tahu bahwa minimal ada 6 jenis kartu plastik yang bisa kita
temukan atau bisa kita miliki sebagai nasabah. Salah satunya yang sangat
dan paling terkenal adalah kartu
ATM (Automatic Teller Machine).
Apa itu kartu ATM, kegunaan dan fungsinya buat apa, bagaimana
memilikinya? Ulasan kali ini semoga memberikan gambaran dan wawasan buat
Anda.
Kartu ATM (Automatic Teller Machine)
Kartu ATM kadang diplesetkan menjadi kartu
Anjungan Tunai Mandiri
(ATM) dan dipelopori oleh Bank Mandiri. Mungkin disebut kartu anjungan
tunai mandiri karena bisa disingkat menjadi ATM. Mungkin untuk
memudahkan kita mengingatnya atau karena memang fungsinya yang bisa
menarik tunai oleh diri kita sendiri. Atau mungkin juga ide bank Mandiri
guna mempromosikan merek mereka sendiri karena masih ada kata-kata
"mandiri"nya. Sebab setahu saya penggunaan kata Anjungan Tunai Mandiri
itu dulu tidak pernah ada dan tidak lazim. Semua orang tahu bahwa ATM
adalah
Automatic Teller Machine. Tapi sejak hadirnya bank Mandiri yang merupakan
merger
dari beberapa bank milik pemerintah, kata anjungan tunai mandiri baru
diproklamirkan. Sedangkan anjungan itu berarti semacam lokasi, tempat
atau sarana.
Dari pengertian asli ATM yakni Automatic Teller Machine bisa disimpulkan bahwa mesin ATM adalah sebuah mesin yang secara otomatis bekerja menggantikan peran dari teller
yang sering kita jumpai di bank, baik untuk urusan setor tunai, tarik
tunai, membayar ini itu, dsb. Jadi dengan hadirnya mesin ATM maka kita
tidak perlu lagi harus bertemu teller setiap kali membutuhkan
jasa perbankan. Dan fungsi pertama mesin ATM diciptakan memang untuk
menarik uang tunai. Tentu ribet jika dunia perbankan tidak menemukan
produk kartu ATM dan mesin ATM ini. Tiap kali harus ke bank, antri,
dsb.. Tak ada bedanya kemacetan jalan raya yang membuang biaya, waktu
dan sumber daya mineral (bahan bakar).
Kartu ATM adalah kartu plastik
yang paling banyak diterbitkan di seluruh dunia. Kartu ATM juga
merupakan kartu yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat. Mengapa
demikian? Karena hampir semua bank mulai dari bank asing, bank
pemerintah, bank swasta nasional sampai bank pembangunan daerah (BPD)
pun menerbitkan kartu seperti ini. Memiliki kartu ini pun sangatlah
mudah. Yang perlu dilakukan hanyalah menabung di sebuah bank dan
mengajukan kepemilikan kartu.
Kartu ATM bukanlah kartu wajib
yang harus dimiliki seorang nasabah pada saat mereka membuka tabungan.
Kita bisa saja menolak untuk memilikinya tergantung kepada keperluan
kita masing-masing. Tetapi karena kegunaannya yang multifungsi, sudah
dipastikan semua nasabah pasti membutuhkan kartu ATM ini. Menabung tanpa
memiliki kartu ATM sama saja tindakan bodoh. Justu dengan adanya produk
kartu ATM membuat orang lebih tertarik menabung. Kartu ATM menjadi
salah satu daya tarik untuk menabung di bank. Boleh dikatakan bank yang
tidak memiliki produk kartu ATM-nya pasti tidak akan laris di pasaran.
Tidak akan ada orang yang bakal mau menabung di bank tersebut. Misalnya
pas lagi membutuhkan uang tunai, e..tidak bisa mengambil uang karena
kantor bank sudah tutup atau berada di tempat yang terlalu jauh. Untuk
itulah kartu ATM ini diterbitkan agar memudahkan nasabah untuk mengambil
tunai kapan saja di mesin ATM mana saja.
Dari namanya saja Anjungan Tunai
Mandiri, maka kita dapat mengerti bahwa kartu ATM ini fungsi utamanya
adalah sebagai kartu yang bisa kita pergunakan untuk menarik uang tunai
dari mesin ATM tersebut. Jadi tidak perlu lagi antri di bank yang begitu
lama, harus menempuh jarak yang begitu jauh untuk mencapai kantor
cabang sebuah bank, dsb. Belum lagi kita keadaan mendesak di malam hari
di mana bank sudah pasti tidak buka. Dengan kartu ATM, kita cukup
mencari lokasi ATM terdekat dan bisa saja itu berada di perempatan jalan
yang ramai, pusat perbelanjaan seperti mal, plaza, pusat bisnis,
samping kantor kita, samping kantor polisi, dsb. Mesin ATM pun
beroperasi 24 jam nonstop terkecuali pas lagi ada gangguan sistem atau
pemeliharaan jaringan.
Karena fasilitas dan menu sebuah
mesin ATM terus bertambah, dalam perkembangan berikutnya mesin ATM
bukan saja sebagai tempat menarik uang tunai, tetapi sudah menjadi
semacam bank kecil otomatis dengan berbagai fungsi dan kelebihan. Dengan
kartu ATM kita bisa mengakses semua fasilitas perbankan yang ada, yang
ditampilkan dalam menu-menu mesin ATM. Mau transfer uang kepada rekan
bisnis, tarik uang kontan, cek saldo, membayar tagihan cicilan mobil,
membayar listrik, membayar biaya telepon, membeli pulsa, cek kurs valuta
asing, dsb. Karena fungsinya yang semakin lengkap membuat semua nasabah
pasti membutuhkan kartu ATM.
Menabung di bank tetapi tidak
memiliki kartu ATM sama saja bohong dan tindakan yang konyol. Biaya
administrasi yang tidak seberapa bukan alasan yang tepat untuk tidak
memiliki kartu ini dibandingkan sejumlah kelebihan dan berbagai
fasilitas yang bisa diakses lewat mesin ATM. Bahkan dalam perkembangan
berikutnya kartu ATM menjadi sebuah syarat mutlak perbankan. Bahkan bank
pun mensyaratkan semua nasabahnya wajib memiliki kartu ATM. Karena
kartu ATM menjadi salah satu alat bukti verifikasi nasabah. Sebab hanya
satu kartu ATM yang diterbitkan buat satu nasabah untuk rekening yang
sama.
Dengan adanya kartu ATM operasional bank semakin mudah. Tidak perlu lagi ada antrian di depan loket teller
yang begitu panjang dan menyesakkan seperti zaman dulu. Biaya
administrasi kartu ATM pun menjadi sumber pemasukan baru buat bank.
Bank-bank sekarang malah mulai menciptakan dan menyediakan mesin-mesin
ATM yang jauh lebih canggih seperti mesin khusus untuk tarik tunai,
transfer dan setor tunai. Seperti yang bisa Anda lihat sekarang yang
dipelopori oleh bank BCA lalu diikuti Mandiri, dsb. Dunia perbankan
berkembang sedemikian cepat dan luar biasa. Contoh-contoh kartu ATM yang
bisa kita temukan seperti kartu PASPOR BCA, ATM Mandiri, ATM Danamon,
ATM BNI, dsb.
Dengan demikian dapat kita
simpulkan bahwa kartu ATM adalah kartu plastik yang diciptakan untuk
memudahkan nasabah mengambil uang tunai di mesin-mesin ATM yang ada. Dan
tentunya pengambilan uang tunai ini membuat saldo tabungan nasabah
berkurang dengan sendirinya. Dalam perkembangan berikutnya seiring menu
mesin ATM yang bertambah, kartu ATM pun bisa memiliki fungsi yang terus
bertambah.
Sumber :